PETUNJUK SKOR RISIKO
Tahun Anggaran 2025
| Perkalian Antara Kemungkinan dan Dampak, apabila Risiko Terjadi | ||||
|---|---|---|---|---|
| Skor | Paparan Risiko (Wajib) | |||
| Kriteria RISIKO (KEMUNGKINAN/KETERJADIAN) Seberapa sering Dampak dari Risiko akan terjadi terhadap Tujuan |
||||
|---|---|---|---|---|
| Skor | Paparan Risiko (Wajib) | |||
| Kriteria RISIKO (DAMPAK) | ||||
|---|---|---|---|---|
| Skor | Paparan Risiko (Wajib) | |||
| Level Dampak | Area Dampak | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Kerugian Negara | Penurunan Reputasi | Penurunan Kinerja | Ganguan Terhadap Layanan Organisasi | Tuntutan Hukum | |
| Tidak Signifikan (1) | Jumlah Kerugian negara ≤ Rp 10 juta | Keluhan Stakeholder secara langsung lisan / tertulis ke organisasi jumlahnya ≤ 3 dalam satu periode | Pencapaian target kinerja ≥ 100% | Pelayanan tertunda ≤ 1 hari | Jumlah tuntutan hukum ≤ 5 kali dalam satu periode |
| Minor (2) | Jumlah Kerugian negara lebih dari Rp 10 juta s.d Rp 50 juta | Keluhan Stakeholder secara langsung lisan / tertulis ke organisasi jumlahnya lebih dari 3 dalam satu periode | Pencapaian target kinerja di atas 80% s.d 100% | Pelayanan tertunda di atas 1 s.d 5 hari | Jumlah tuntutan hukum di atas 5 s.d 15 kali dalam satu periode |
| Moderat (3) | Jumlah Kerugian negara lebih dari Rp 50 juta s.d Rp 100 juta | Pemberitaan negatif di media massa lokal | Pencapaian target kinerja di atas 50% s.d 80% | Pelayanan tertunda di atas 5 s.d 15 hari | Jumlah tuntutan hukum di atas 15 s.d 30 kali dalam satu periode |
| Signifikan (4) | Jumlah Kerugian negara lebih dari Rp 100 juta s.d Rp 500 juta | Pemberitaan negatif di media massa nasional | Pencapaian target kinerja di atas 25% s.d 50% | Pelayanan tertunda di atas 15 s.d 30 hari | Jumlah tuntutan hukum di atas 30 s.d 50 kali dalam satu periode |
| Sangat Signifikan (5) | Jumlah Kerugian negara lebih dari Rp 500 juta | Pemberitaan negatif di media massa internasional | Pencapaian target kinerja ≤ 25% | Pelayanan tertunda lebih dari 30 hari | Jumlah tuntutan hukum lebih dari 50 kali dalam satu periode |
| Controllable/Uncontrollable | |
|---|---|
| C | Controlable : Risiko yang dapat dikendalikan, dapat diidentifikasi, dinilai, dan dikelola, dapat diatasi melalui tindakan dan keputusan proaktif
Contohnya termasuk risiko nilai tukar mata uang, arus kas yang buruk, tuntutan hukum, dan masalah keterampilan |
| UC | Uncontrolable: Risiko yang tidak dapat dikendalikan, Merupakan kebalikan dari risiko yang dapat dikendalikan
Contohnya termasuk bencana alam, kerusuhan politik, perang, dan lingkungan hidup |
| Pemilik Risiko |
|---|
| Sumber |
|---|
| Pihak Yang Terkena |
|---|
| Jenis Risiko Kecurangan |
|---|
| Level Kemungkinan | Kriteria Kemungkinan |
|---|---|
| Hampir Tidak Terjadi (1) | Kemungkinan terjadinya sangat jarang (kurang dari 2 kali dalam 5 tahun)
Persentase kemungkinan terjadinya kurang dari 5% dalam 1 periode |
| Jarang Terjadi (2) | Kemungkinan terjadinya jarang (2 kali s.d 10 kali dalam 5 tahun)
Persentase kemungkinan terjadinya 5% s.d 10% dalam 1 periode |
| Kadang Terjadi (3) | Kemungkinan terjadinya cukup sering (di atas 10 kali s.d 18 kali dalam 5 tahun)
Persentase kemungkinan terjadinya di atas 10% s.d 20% dalam 1 periode |
| Sering Terjadi (4) | Kemungkinan terjadinya sering (di atas 18 kali s.d 26 kali dalam 5 tahun)
Persentase kemungkinan terjadinya di atas 20% s.d 50% dalam 1 periode |
| Hampir Pasti Terjadi (5) | Kemungkinan terjadinya sangat sering (di atas 26 kali dalam 5 tahun)
Persentase kemungkinan terjadinya lebih dari 50% dalam 1 periode |
| OPD yang menyusun Daftar Risiko Kecurangan 2025 untuk MCP (3.2) |
|---|
| Tabel Data Master Tahapan Proses Bisnis Pada Risiko Kecurangan | |||
|---|---|---|---|
| No | Tahapan | Aksi | |
| 1 | Proses Pengadaan Barang dan Jasa | - | |
| 2 | Proses Pengadaan Barang dan Jasa Strategis | - | |